*DARING BISA UNTUK PENGAJARAN, NAMUN TAK BISA UNTUK PENDIDIKAN*
Pada sesi diskusi, beberapa peserta NGOBRAS, menyampaikan banyak hal, diantaranya:
1. Dari ketua PD. PGSI Semarang, Kiyai Isro’i pengasuh Pontren Darussalam Ungaran:
– Terobosan yang dapat diterapkan dilingkup Pesantren/ Asrama berupa Blanded- Learning dengan sistem klasikal.
– Model Daring hanya bisa untuk Pembelajaran, namun tidak bisa untuk Pendidikan utamanya pembentukan Akhlaq dan Karakter. Karena membentuk Karakter harus bertemu dengan contoh serta praktik langsung.
2. Dari PGSI Solo Raya, Muyassaroh:
– Sebagian orang tua siswa enggan membayar iuran sekolah, karena mereka merasa tidak ada sekolah, masih dampingi anak belajar, keluar uang beli paketan, tidak bisa bekerja.
– Beberapa anak tidak punya HP sendiri, saat jam sekolah HP dibawa orang tua bekerja.













