“Wawasan kebangsaan itu bukan sekadar pengetahuan, tetapi napas yang harus hidup dalam diri setiap pelajar. Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas, tetapi juga punya karakter kuat, disiplin dan cinta tanah air,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa, upacara bendera tidak boleh dianggap formalitas belaka. “Upacara bendera dan kedisiplinan bukan formalitas. Di sanalah terbentuk sikap tanggung jawab dan kepemimpinan. Pelajar yang memahami makna itu akan tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi masa depan,” kata Pelda Tajib.
Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong peserta untuk memaknai nasionalisme melalui tindakan sehari-hari. “Nasionalisme itu dimulai dari hal kecil, menghargai teman, patuh aturan dan menjaga nama baik sekolah,” tuturnya.












