Hasil pelaksanaan VBSS menunjukkan indikasi kuat bahwa kapal-kapal tersebut membawa muatan pasir timah ilegal yang diduga akan diselundupkan keluar daerah.
Selanjutnya pada Latihan Integrasi TNI kedua di Morowali pada (20/11), TNI AL berfokus pada operasi maritim, khususnya penyekatan, pengejaran, pemeriksaan dan penggeledahan kapal sasaran. Dalam skenarionya, KRI Bung Hatta-370 dan KRI Panah-626 berperan sebagai unsur sekat yang menempati sektor operasi untuk menghadapi simulasi pergerakan kapal MV Jefry-88 yang digambarkan melakukan manuver berbahaya dan berupaya menerobos blokade.
Kedua unsur TNI AL tersebut melaksanakan sejumlah prosedur penting, mulai dari commcheck, penempatan sektor, aksi komunikasi terhadap kapal target, hingga pelaksanaan Peran Tempur Bahaya Permukaan dan pengerahan Tim VBSS (Visit, Board, Search and Seizure). Dalam simulasi, MV Jefry-88 akhirnya berhasil dihentikan, diamankan dan dikuasai oleh Tim VBSS melalui tahapan clearing area hingga boarding.













