“Tradisi ini bukan sekadar budaya, tapi juga cerminan identitas dan harapan masyarakat nelayan. TNI-Polri akan terus hadir dan mendukung pelestarian warisan budaya seperti ini,” ujar Serka Siswanto, Bati Komsos Koramil 0806-07/Watulimo.
Ia menegaskan bahwa, keterlibatan TNI-Polri bukan hanya dalam aspek keamanan, namun juga sebagai bentuk pendekatan teritorial yang menyentuh sisi sosial dan kultural masyarakat Desa binaan.
Lebih dari sekadar ritual, Larung Sembonyo juga menjadi ajang menggerakkan roda ekonomi lokal. Festival ini dimeriahkan stan UMKM, jajanan khas pesisir, serta pertunjukan seni budaya tradisional yang menarik perhatian pengunjung dari dalam maupun luar daerah.
“Desa Tasikmadu punya potensi wisata bahari yang luar biasa. Tradisi Larung Sembonyo bisa menjadi magnet wisata budaya yang membanggakan,” tambah Serka Siswanto.












