“Pers harus bisa menjadi tempat verifikasi berita yang beredar di masyarakat. Karena, faktanya media sosial juga memberi informasi yang terkadang kredibilitas narasumber dan akurasi data yang disajikan tidak jelas,” ucap dia.
Menurut LaNyalla, perayaan HPN diharapkan bukan sekedar seremonial. Namun lebih diutamakan pada implementasi di lapangan.
“Artinya pers Indonesia membangun dirinya semakin ideal, terpercaya, mampu menyajikan solusi-solusi dan membangun persepsi publik terhadap permasalahan yang terjadi,” ujar dia lagi.
LaNyalla meminta tidak ada lagi jurnalis yang abal-abal, tidak memiliki kartu identitas yang sah serta tidak menjalankan keprofesian dengan baik.
“Identitas pers harus jelas agar bisa mempertanggungjawabkan karya-karya jurnalistiknya,” tuturnya.













