Lebih lanjut disampaikan, Berbagai tantangan seperti konflik antar negara ancaman cyber terorisme krisis energi hingga perubahan iklim yang menyebabkan bencana alam kini menjadi bagian dari spektrum ancaman yang harus diantisipasi oleh setiap komponen pertahanan termasuk Koops Udara Nasional dan satuan jajaran.
Hal ini menuntut kita untuk terus mengembangkan sikap adaptif dan meningkatkan kesiapsiagaan serta profesionalisme dalam menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. Konflik persenjataan yang melibatkan kekuatan udara antar negara seperti Iran dan Israel, India dan Pakistan serta Thailand dan Kamboja menuntut kita untuk terus memantapkan kesiapan operasional satuan baik alutsista, personel, logistik dan sumber daya guna mengantisipasi beragam ancaman termasuk perang asimetris cyber dan proxy serta pelibatan teknologi mutakhir lainnya.













