“Saya sangat mendukung kegiatan edukasi ini, sebab manfaatnya sangat banyak. Harapan kita masyarakat juga bisa mencontoh langkah ini untuk alternatif ditengah langkanya migor sawit,” ucap Lanosin.
Bupati menerangkan, meskipun harga produksi migor kelapa ini lebih tinggi dari migor sawit, namun khasiat dari migor kelapa ini sangat bagus untuk kesehatan karena rendah kolesterol.
“Harapan kita kegiatan ini bisa lebih meningkatkan jiwa kewirausahaan anak didik dan masyarakat. Sehingga meningkatkan kesejahteraan dan peluang usaha baru kedepannya,” katanya.
Sementara, Kadisdikbud OKU Timur Wakimin SPd MM mengatakan, praktek kewirausahaan ini sebenarnya implementasi dari profil pelajar pancasila dari Program Sekolah Penggerak (PSP).
Dimana sekolah yang sudah menjadi sekolah penggerak wajib merealisasikan tujuh tema profil pelajar pancasila.













