Salah seorang warga Kabupaten Bandung, Mahmud, menuturkan ketika dimintai keterangan oleh bedanews.com, Kuntilanak itu saat menampakkan diri bersifat transparan tidak baku. Mana ada hantu yang bisa disorot tidak tembus, ironisnya bisa dipukul dan ditendang. Apalagi sampai bisa membalas dendam dan melakukan pembunuhan, “Itu mah hanya ada di layar lebar yang bersifat hiburan semata atau agar banyak penontonnya,” katanya di Soreang, Kamis 3 Januari 2022.
Mahmud mengakui sering melihat penampakkan baik itu kunti, pocong, atau hantu lainnya. Namun ia merasa prihatin bila sosok kunti itu dibuat dagelan hanya untuk peraihan follower atau viewer. “Lebih baik diambil sisi positifnya, bahwa hantu kunti atau pocong itu sebagai pengingat, bahwa manusia akan mengalami kematian pada waktu yang tak bisa diketahui. Dan kematian itu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” katanya menutup pembicaraan.***













