Berhentinya proses belajar bagi guru besar maka sesungguhnya adalah kematian yang hakiki bagi seorang profesor. “Pendidikan bukan segalanya untuk membangun peradaban, tetapi segalanya bukan menjadi apa-apa tanpa pendidikan,” jelasnya.
Prof Dhani mengingatkan bahwa capaian sebagai gubes itu bukan hanya karena usaha keras, ulet, rajin belajar, tapi dibarengi dengan sikap bijaksana, arif. Untuk itu kehadiran guru besar harus selalu menjaga tindakan dan terus menjadi teladan bersama yang menginspirasi.
“Ujungnya pengasahan ilmu, mengingat dunia tidak pasti, dinamika terus perubahan.Perkaya dengan disiplin ilmu, memperbaharui diri adalah langkah tepat di situasi yang serba ambigu, bukan kemapanan. Hari ini guru besar harus sadar dirinya tidak memiliki pengalaman sendiri, perlu kolaborasi, tidak mungkin ada orang serba tahu. Hati-hatilah dengan kata-kata. Jaga perilaku, tindakan. Jadilah teladan karena segala tindakan, perilaku pasti diikuti oleh orang lain. Profesor sebagai pemimpin akademika tidak menyukai kemapanan, bentuklah segala inovasi agar terus melahirkan ilmu pengetahuan,” pesannya.













