Namun, kritik tersebut menurut saya keluar dari substansi penjelasan Gubernur. Pramono tidak sedang menutup mata terhadap persoalan tata ruang, melainkan menjelaskan faktor penyebab banjir pada peristiwa Januari 2026 yang dipicu hujan ekstrem. Dengan curah hujan 200–267 mm per hari, sangat logis jika sistem drainase, pompa dan saluran air tidak mampu bekerja optimal.
Menurut klasifikasi BMKG, hujan dibagi menjadi lima kategori: ringan, sedang, lebat, sangat lebat dan ekstrem. Hujan ekstrem terjadi ketika curah hujan melebihi 150 mm per hari. Dalam kondisi ini, sistem drainase kota umumnya tidak lagi mampu menampung volume air. Sebagai perbandingan, rata-rata curah hujan harian Jakarta dalam kondisi normal hanya sekitar 10–20 mm, bahkan rata-rata tahunan 1.800–2.200 mm berarti sekitar 6–7 mm per hari jika dirata-ratakan. Artinya, hujan 200 hingga 267 mm per hari setara lebih dari sepuluh kali lipat kondisi normal.










