Hal tersebut disampaikan oleh Kadispenal, Laksamana Pertama TNI Tunggul di Jakarta.
Keberadaan Kapal Tanker ini sangat berfungsi untuk mendukung ketersediaan bahan bakar pada lokasi terdampak bencana yang akses jalannya terputus dan tidak bisa dilalui oleh jalur darat.
Hingga saat ini, sejumlah unsur TNI AL yang sudah siaga di Wilayah Sumatera telah berhasil mendistribusikan logistik dan kebutuhan masyarakat. Dari Kapal Perang tersebut, dua diantaranya merupakan Kapal Bantu Rumah Sakit yaitu KRI dr. Soeharso-990 yang diposisikan di Pantai Timur Sumatra dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat – 992, di posisikan di Pantai Barat.
โSampai dengan saat ini, TNI AL telah mengerahkan 14 KRI dari berbagai jenis, untuk kekuatan udara ada 7 yaitu 5 Helikopter dan 2 Pesawat CN. Selain itu, TNI AL mensiagakan Batalyon Kesehatan Marinir dan Komando Kewilayahan di lokasi terdampak bencana yaitu Kodaeral I dan Kodaeral II. Pelibatan personel TNI AL sampai dengan saat ini adalah 3.452 Personel,โ ujar Kadispenal. (Red).












