“Kita bicara sistem penanggulangan gawat darurat, itu kan sistem harus ada pengorganisasiannya, harus ada transportasi, komunikasi, dan pelayanannya. Kalau bicara tentang pengorganisasian kita lihat dari dukungan pemerintah daerah apakah ada regulasi yang akan mendukung kelancaran dari program, termasuk anggaran,” ujar Tri.
Tri mengaku, terkesan dengan konsistensi Kota Bandung dalam bidang kesehatan ini yang membangun kolaborasibersama sejumlah stakeholder. Sehingga, tahun ini kembali masuk dalam jajaran nominasi dalam kategori SPGDT bersama Kota Cirebon, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bantul.
“Kota Bandung itu membuat satu inovasi dalam kordinasi kolaborasi lintas sektor. Tentu saja kalau yang baik akan kita ambil, akan dijadikan sebagai percontohan sehingga kota lain bisa mengikuti. Karena masuk lagi ke dalam nominasi, apa inovasi tambahan Kota Bandung? Mungkin di sini kalau turisme menjadi suatu hal yang diperhatikan oleh Kota Bandung, bagaimana turisme mendapat pelayanan tentang masalah,” bebernya. (Alief)












