Pada kesempatan itu, para peserta forum mendalami konsep reformasi kampanye militer dan operasi gabungan, termasuk integrasi kemampuan tiap matra TNI dalam skenario pertempuran masa depan. Ditekankan pula pentingnya kesiapan personel, interoperabilitas alutsista, serta penguatan doktrin untuk menghadapi ancaman hybrid yang melibatkan aspek militer maupun nonmiliter.
Sambutan Asops Panglima TN mengatakan “Perang di abad ini telah memperlihatkan wajah baru yang jauh lebih kompleks dibandingkan pola peperangan tradisional pada masa lalu. Perkembangan teknologi menjadi representasi nyata dari meningkatnya kekuatan militer berbagai negara, mulai dari kemajuan satelit, kecerdasan buatan, penggunaan senjata presisi, peperangan siber, drone, hingga sistem komunikasi yang semakin canggih.













