Para peserta yang merupakan warga binaan mengikuti berbagai sesi yang bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi dan kesadaran diri, seperti share feeling, announcement, apologize, awareness dan acknowledgment.
Menurut Agus, dengan adanya kegiatan konseling ini, diharapkan para warga binaan yang sedang menjalani program rehabilitasi di Lapas dapat memahami dengan lebih baik tentang adiksi narkotika.
“Pengetahuan ini penting untuk membantu mereka dalam proses pemulihan dan perbaikan diri, sehingga mereka lebih siap untuk mengatasi tantangan dalam hidup bebas dari penyalahgunaan zat,” tandas Kepala BNNP Jateng melalui keterangannya, Jum’at (7/6).
Kegiatan yang diikuti oleh 30 warga binaan Lapas Klas II Semarang.
Sholikun, M.H, bertindak
sebagai pelaksana kegiatan, dibantu oleh konselor adiksi dan staf rehabilitasi diawali dengan kegiatan morning meeting yaitu sesi dimana klien berlatih untuk percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya melalui beberapa sesi diantaranya sesi share feeling (klien berlatih menyadari dan mengungkapkan perasaan yang sedang dialami), sesi announcement (klien berlatih menyampaikan pengumuman penting bagi seluruh family), sesi apologize (klien berlatih menyampaikan permohonan minta maaf atas kesalahan yang dilakukan), sesi awareness (klien berlatih menyampaikan isu yang terjadi di komunitas) dan sesi acknowledgment (klien berlatih untuk memberikan penghargaan atas pencapaian yang telah dilakukan oleh anggota family di komunitas tersebut).













