Cita-citanya, harap Pritha, semoga komunitas ini menjadi rumah kita semua untuk belajar kesenian dan melestarikan budaya Indonesia. Tidak ada batasan usia, tidak perlu harus bisa sebelumnya, dan tidak ada sekat usia, status sosial, pertentangan agama, ras, suku, kepentingan politik dll, selain dari pelestarian budaya dan persaudaraan.
“Yang penting mau nari bukan bagus nya, karena bagus akan terbentuk kemudian. Menimbulkan kemauan itu gak mudah lho, selanjutnya timbul percaya diri. Kalau udah pede khan akan bagus dengan sendirinya,” ujar Pritha lebih lanjut.
Pada pementasan perdana nanti, lanjut Pritha, komunitas ini mempersembahkan Tari Puspanjali sebagai pembuka yang kemudian dilanjutkan Tari Rejang Sari.
“Kedua tarian tersebut berasal dari daerah Bali yang dibawakan oleh sebagian anggota Komunitas SlarasBudaya yang baru latihan beberapa kali,” pungkas Pritha. (Red).













