Hal itu terlihat dari luas lapangan, jumlah kursi penonton yang mampu menampung lebih dari 20 ribu penonton, banyak pintu di beberapa sisi lapangan, dan yang paling mengagumkan adalah adanya rumput asli (bukan rumput sintesis yang kerap digunakan negara lain) yang berstandar internasional.
“Khusus untuk rumput ini tadi saya tanya memang atas campur tangan Profesor Rahayu yang merupakan seorang ahli rumput dari UNS (universitas negeri sebelas Maret) yang juga pernah mengerjakan hal serupa di stadion di Papua yang pernah dijadikan PON tahun lalu. Jadi saya yakin dan lihat sendiri, rumput di lapangan stadion Manahan ini memang sangat baik,” jelas Fikri.
Dari sana, Fikri meyakini bahwa, sejauh ini persiapan yang dilakukan oleh pengelola stadion Manahan sangat baik. Meskipun masih ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki. Seperti perbaikan pagar keliling, penataan kawasan parkir, pemasangan jaringan internet dan lain-lain.













