“Lembaga ini harus tampil sebagai motor edukasi gizi nasional sekaligus benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari serbuan makanan ultra-proses. Lalu peningkatan penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, hingga gagal ginjal memiliki keterkaitan erat dengan pola konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih.” Ujarnya.
Charles juga menegaskan komitmen DPR RI untuk memastikan kebijakan gizi nasional tidak hanya kuat dalam regulasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat.
Ia menyebut penguatan kelembagaan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sosialisasi Program MBG di Penebel ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pemerataan pemenuhan gizi, memperkuat edukasi gizi masyarakat, serta mendukung perputaran ekonomi lokal.













