Pada 2011, AM Kamal dipromosikan sebagai Wakapolresta Depok, di mana ia kembali menghadapi tantangan dalam menangani konflik antar kelompok agama. Berkat pendekatan yang bijaksana dan kemampuannya menjembatani perbedaan, ia mampu menjaga kerukunan antar kelompok dan menjadikan Depok sebagai contoh daerah yang aman dan damai.
Disaat dinas di Divhumas Polri tahun 2013 dan tahun 2014 AM Kamal ditunjuk untuk membantu pemulangan TKI yang berada di Arab Saudi karena kelebihan masa tinggal di mana sebelumnya sempat terjadi unjuk rasa di Jedah Arab Saudi.
Tahun 2016, AM Kamal dipromosikan menjadi Kabid Humas Polda Papua. Selama lebih dari enam tahun bertugas di Papua, ia terlibat dalam berbagai operasi penting, seperti penanganan busung lapar di Asmat, pembebasan sandera di Tembagapura Mimika, hingga keterlibatannya dalam Satgas Nimangkawi dan Satgas Damai Cartenz.











