Dalam sesi tersebut, Ryuji Oishi menyoroti tantangan regenerasi di sektor konstruksi. “Anak muda sekarang tidak terlalu berminat pada sektor pembangunan. Di perusahaan kami ada 400 anak muda, dan kami menganggap mereka sebagai keluarga,” ungkapnya.
Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi seputar teknologi konstruksi mutakhir, peluang magang internasional, hingga budaya kerja di Jepang. Diskusi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta.
Menutup rangkaian acara, Rektor USB YPKP kembali menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi era disrupsi. “Harus lincah dan mudah beradaptasi di era disrupsi untuk menghasilkan lulusan SDM yang berdaya saing unggul,” tegasnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, USB YPKP dan ROY sepakat membuka ruang kolaborasi berkelanjutan yang diharapkan memberi manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan internasional di bidang konstruksi.**













