Pada skenario latihan, kedua KRI melaksanakan pelayaran sebagai bagian dari operasi gabungan TNI di wilayah Bangka Belitung. Sistem komando terpadu yang terhubung dengan pos-pos kendali latihan lintas matra mendeteksi dua kontak sasaran yang diduga melakukan pelanggaran, KM Carly (kapal kayu) dan SPOB Tarsus Alfa 07 berupaya melarikan diri dari pemeriksaan unsur TNI AL, dengan dukungan sistem kendali operasi terpadu TNI, segera melaksanakan peran tempur bahaya kapal permukaan dan melakukan intercept untuk menghentikan pergerakannya.
Setelah tembakan peringatan diberikan, KRI Surik-645 dan KRI Alamang-644 melaksanakan prosedur pemeriksaan dan penggeledahan, termasuk pengerahan skoci untuk mendekati kapal sasaran. Unsur udara TNI turut memperkuat operasi dengan melaksanakan pengawasan udara, manuver taktis, dan menurunkan pasukan untuk mempercepat pelaksanaan Visit boarding search and seizure (VBSS). Dari hasil VBSS, ditemukan indikasi kuat bahwa kedua kapal membawa muatan pasir timah ilegal yang diduga akan diselundupkan keluar daerah.













