Prajurit TNI juga diingatkan untuk mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Panglima menekankan bahwa tindakan yang tidak bijaksana sekecil apapun dapat merusak jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional yang profesional. “Oleh karenanya, seluruh prajurit harus bekerja keras dan ikhlas demi kepentingan bangsa dan negara,” pesannya.
Pada akhir amanat, Panglima TNI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit atas dedikasi dan integritas yang telah ditunjukkan selama ini. Berkat komitmen prajurit, TNI mampu mempertahankan kepercayaan dan dukungan dari rakyat Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa TNI terus berada di hati masyarakat. (*)












