Asisten II Setda Kabupateb Yahukimo, Bongga Sumule, membantah tuduhan bahwa program makan bergizi mengabaikan budaya lokal. “Tujuan kami murni kesehatan, yaitu menekan angka stunting yang mencapai 40% di Yahukimo. Menu disusun berdasarkan rekomendasi ahli gizi, tapi kami terbuka untuk evaluasi,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo berjanji akan menggelar dialog terbuka dengan perwakilan pelajar dan tokoh adat untuk mencari solusi win-win solution. “Kami apresiasi aspirasi pelajar. Dan akan kami laporkan ke pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Yahukimo,” ujar Bongga.
Kabupaten Yahukimo, sebagai wilayah pegunungan Papua, merupakan daerah rawan OPM dan menghadapi tantangan kompleks seperti akses kesehatan terbatas, infrastruktur minim, dan isu stunting kronis. Program makan bergizi merupakan bagian dari intervensi nasional untuk memperbaiki indeks kesehatan di Papua. Namun, sejarah panjang ketidakpercayaan masyarakat terhadap kebijakan pusat kerap memicu penolakan.













