“Sumber air adalah harta berharga yang harus kita rawat bersama. Dengan menjaga kelestarian lingkungan, kita tidak hanya menjamin kebutuhan hari ini tetapi juga mewariskan kebermanfaatan bagi generasi mendatang,” tegas Letkol Yudo kepada Ketua Kelompok Tani Melati, Tulus, seraya menyerukan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga sumber daya ini.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Imam Nurhadi, turut menggarisbawahi dampak positif pipanisasi ini. “Ini adalah bukti nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, TNI dan kelompok tani dapat meningkatkan efisiensi pengairan. Kami optimis, langkah bersama ini akan memperkuat program ketahanan pangan di Trenggalek,” katanya dengan penuh keyakinan.
Anggota Kelompok Tani Melati yang hadir turut menyampaikan rasa syukur. “Pipanisasi ini benar-benar mempermudah kami. Panen lebih terjamin, dan kami merasa diperhatikan oleh pemerintah dan TNI,” ujar Tulus, dengan semangat optimisme yang menular.












