“Kami berkomitmen untuk memberikan sosialisasi dan dukungan yang berkelanjutan agar angka perkawinan anak di Trenggalek dapat ditekan seminimal mungkin,” katanya.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana warga Desa Tanggaran aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar topik yang dibahas. Antusiasme warga menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap isu perkawinan anak dan kesadaran akan pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih dewasa.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran kolektif di kalangan masyarakat Desa Tanggaran untuk bersama-sama menolak perkawinan anak dan mendukung masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Trenggalek. (Red).











