Selain menghadapi ancaman bencana, Kodam IV/Diponegoro juga mengantisipasi potensi bentrok massa pendukung pasangan calon maupun penyebaran informasi provokatif di media sosial yang dapat memicu situasi memanas. Pangdam IV/Diponegoro mengungkapkan prinsip menghargai perbedaan adalah kunci untuk menciptakan Pilkada yang damai.
Ditegaskan bahwa, sinergi antara TNI dan Polri tetap terjaga demi suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak.
“Kami dari TNI dan Polri tetap solid dan sinergi dalam mensukseskan Pilkada ini,” tambahnya.
Pangdam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kondusifitas wilayah selama proses demokrasi berlangsung.
Terkait penetapan upah minimum tahun 2025 dan isu PHK, Pangdam mengimbau pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi sektor pariwisata di Jawa Tengah. Menurutnya, pengembangan aksesibilitas ke destinasi wisata dapat menjadi solusi alternatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.










