Kegiatan ini diikuti oleh unsur TNI AL, instansi pemerintah daerah Surabaya, serta relawan kebencanaan yang bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi antarinstansi agar penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat dan efektif.
Wali Kota Surabaya dalam sambutannya, menekankan pentingnya kolaborasi dan respons cepat dari seluruh elemen guna meminimalisir risiko dan dampak bencana bagi masyarakat, mengingat Surabaya sebagai Kota Metropolitan dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki tingkat risiko bencana yang harus mewaspadai baik bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, cuaca ekstrem, rob/pasang air laut, meupun bencana non-alam seperti kebakaran, kecelakaan, serta kondisi darurat lainnya.
“Dengan disiplin, sinergi dan kesiapan penuh, saya yakin kita mampu menghadapi setiap potensi bencana dengan cepat, tepat dan terukur,” ujarnya.










