KAB. BANDUNG || bedanews.com — Ketua Kelompok Warga Pedagang Pasar (Kewarppa) Banjaran, H. Eman Suherman, menyatakan, Jum’at 16 Juni2023, akan tetap bersikukuh mempertahankan sikapnya agar Revitalisasi Pasar Banjaran dilaksanakan dengan menggunakan biaya APBD atau APBN.
Bahkan dengan tegas ia menyampaikan siap dengan semua konsekuensi yang akan diterimanya berikut semua pedagang.
“Kami hanya menginginkan agar harapan kami bisa dilaksanakan, dan kami kami juga mendukung sepenuhnya dengan program Revitalisasi Pasar Banjaran tapi jangan dilaksanakan oleh pihak ketiga,” katanya melalui telepon.
Begitu juga ketika Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna, para pedagang tetap pada pendiriannya dan meminta apa yang menjadi keinginannya bisa diimplementasikan.
Di kesempatan itu, Bupati Bandung yang sehari-hari disapa Kang DS itu menuturkan, ada 7 (tujuh) poin yang diterimanya dari pedagang Pasar Banjaran, diantaranya:
1. Para Pedagang mendukung Revitalisasi Pasar Banjaran bila dilaksanakan melalui APBD atau APBN.
2. Pengelolaan pasar dikembalikan lagi pada pemerintah.
3. Pasca kebakaran yang terjadi di pasar banjaran beberapa waktu lalu, para pedagang secara swadaya membangun kembali kios atas ijin dan petunjuk pemerintah daerah.
4. Pedagang berharap pembayaran kios dilakukan setelah pembangunan selesai.
5. Meminta Pemerintah Kabupaten Bandung, mengakui keberadaan para pedagang yang tergabung dalam Kelompok Warga Pedagang Pasar (Kerwappa) dan dilibatkan dalam kegiatan revitalisasi.
6. Berharap adanya kebijakan khusus dalam penerapan harga pada para pedagang atas usulan Kerwappa.
7. Untuk mekanisme pembayaran yang disepakati oleh pedagang dan terakhir adanya mekanisme pembayaran yang harus di bawa bersama pedagang.
“Ini merupakan pertemuan pertama dengan para pedagang semoga di pertemuan selanjutnya bisa terjalin kesepakatan yang signifikan,” ujar Kang DS.
Sementara itu Eman menambahkan, kalau para pedagang yang tergabung di Kewarppa tidak mendaftarkan diri untuk menempati relokasi kios sementara.
“Kami tetap bertahan dan terus bertahan menempati kios lama hingga keinginan kami bisa direalisasikan,” pungkas H. Eman.***












