Menilik hasil riset PISA (Program for Intetnational Student Assessment) sebanyak 70 % siswa SMA di Indonesia memiliki kemampuan literasi dibawah kompetensi minimum.
Apabila dikomparasikan dengan kemampuan orang dewasa Indonesia usia antara 23-65 tahun, masih berada pada level 1 dari 5 level, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sejak SMA sampai tamat kuliah orang Indonesia tidak ada perubahan dalam kemampuan literasi berdasarkan hasil tes PIAAC (Programme for the International Assessment of Adult Competencies).
“Itu berarti bahwa kemampuan literasi sarjana Indonesia masih dibawah siswa SMP di Denmark dan Kemampuan literasi, numerasi dan saintifik pelajar di Indonesia masih jauh dibawah negara Asean,” tutur Gus Lutfi.
Gus Lutfi berharap, kepada pengurus Lembaga Riset & Edukasi Pergunu DKI Jakarta yang baru saja dilantik agar dapat menjawab tantangan zaman dan bisa menjalankan amanah dengan baik serta bertanggung jawab sesuai dengan tugasnya masing-masing.













