“ Eksistensi santri itu bukan hanya bisa membaca kitab kuning tapi juga ada kontribusi pemikiran bagi masarakat supaya berkembang suasana yang agamis, baik dalam aspek ekonomi,sosial dan budaya.” ujar Dadang.
Dadang berpesan di era global-digital para santri lebih kreatif, inovatif dan peduli terhadap lingkunghan nya. Begitu dengan muatan (materi pembelajatan-red) harus ditingkatkan, para santri sekarang harus menguasi ilmu teknologi digital.
Tidak hanya itu, Dadang juga mengingatkan agar 3 Pilar budaya Cianjur ( Ngaos, Mamaos, Maen Po) sebagai jati diri masyarakat Cianjur harus aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus ditransformasikan kepada generasi muda agar tetap lestari tidak tergerus kemajuan zaman.
Sementara Ketua Panitia HSN 2022 KH. Abdul Wahid Al Qudsi memaparkan terselengggara peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, atas kerja sama Pesantren Expo, lakpesdam- lesbumi PCNU Cianjur, Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Organisasi Masyarakat Islam lainnya.











