Dengan tajuk Local Wisdom for Religious Harmony: Lessons Learned from Best Practices in Bali, masing-masing pemateri menyampaikan paparan dari perspektif agama masing-masing. Paparan pertama disampaikan oleh ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, Mahrusun Hadyono. Best Practice atau praktik baik yang ada di Bali memiliki 3 inti, yakni dialog antar agama mengenai perayaan hari besar, silaturrahim dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kerukunan adalah sesuatu yang dinamis dan perlu dirawat dengan sebaik-baiknya.
Romo Evensius Dewantoro Boli Faton, pemuka agama Katolik menjadi pemapar kedua. Dari perspektifnya, ia mengatakan bahwa para Romo termasuk dirinya,pernah diutus gereja untuk belajar studi Islam di Mesir.
“Kami belajar untuk memahami saudara-saudara kita di Indonesia yang mayoritas adalah muslim. Tujuannya agar sekembalinya kami ke tanah air, kami dapat melakukan dialog keagamaan yang dapat memberikan gambaran bagaimana wajah agama yang akan kita tunjukkan di masa depan” ungkap Romo Evensius.













