Dalam peninjauan itu, Tedy juga berkesempatan untuk berkeliling di tengah permukiman warga, termasuk menyerap sejumlah aspirasi dan permasalahan yang ada di lingkungan Babakan Asih. Dari kunjungan itu juga ditemukan persoalan ODF dan sarana olahraga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Di samping itu, terdapat pula potensi UMKM yang bermutu meski tersembunyi di tengah kepadatan permukiman.
“Jadi ada beberapa potensi warga yang perlu terus dikembangkan ekonominya, olahraganya, bahkan para guru agama, ustaz yang ikut terlibat berkolaborasi di tengah masyarakat. Alhamdulillaah warganya guyub. Modal sosial ini tentu akan bermanfaat dalam menyerap support lebih dari berbagai pihak di masa mendatang,” katanya.
Tedy berharap program padat karya ini setidaknya bisa meringankan ekonomi masyarakat sekitar yang memang membutuhkan dan tercantum di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).













