Lebih lanjut Azyumardi menjelaskan, jurnalisme berketuhananlah yang menumbuhkan persaudaraan dan toleransi, sehingga berita-berita yang disajikan selalu berpijak pada kebenaran.
Media siber, menurutnya dapat menjangkau orang dan dapat mengajak warga berpartisipasi yang bermakna untuk mewujudkan “democracy deliberative”.
Gagasan dan pemikiran Azyumardi sendiri tentang keindonesiaan banyak tersebar dimana-mana.
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN), Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan bahwa, rakyat Indonesia harus bersyukur memiliki Pancasila yang kemudian menjadi penyelamat dari bahaya kehancuran sebagaimana yang dialami oleh negara-negara muslim di Timur Tengah.
Dalam berbagai kesempatan Azyumardi menegaskan, pers sangat berperan dalam menjaga keutuhan dan kesatuan sosial. Karena itu pers harus menghindari isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.













