• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, November 9, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Kesaktian Pancasila di Era Digital: Sejarah, Relevansi, atau Hanya Simbol?

Kesaktian Pancasila di Era Digital: Sejarah, Relevansi, atau Hanya Simbol?

Hargib by Hargib
2 Oktober 2025
in Edukasi, Jurnal, TNI-POLRI
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 Hari Kesaktian Pancasila memberi pesan historis bahwa ideologi transnasional bisa saja mengguncang bangsa, tetapi nilai dasar Pancasila mampu menjadi penopang persatuan. Dari sisi edukasi, generasi muda bisa belajar tiga hal. Pertama, pentingnya keteguhan ideologis, sebab bangsa tanpa nilai bersama mudah terpecah. Kedua, pentingnya kesadaran politik yang kritis, agar masyarakat tidak mudah termakan propaganda. Ketiga, pentingnya empati kemanusiaan, karena tragedi 1965 meninggalkan luka sosial yang mengajarkan kita untuk menolak kekerasan sebagai solusi konflik. Masa depan bangsa ditentukan sejauh mana nilai ini diinternalisasi di ruang pendidikan, baik melalui kurikulum maupun budaya akademik.

Kedua: Benarkah Pancasila masih sakti?; 

Kesaktian Pancasila bukanlah “mistik,” melainkan daya tahan ideologis. Ia terbukti mampu menghadapi berbagai rongrongan sejak 1965 hingga reformasi 1998. Bahkan di era demokrasi yang penuh turbulensi, Pancasila tetap menjadi titik temu berbagai kelompok. Kesaktiannya terletak pada fleksibilitas nilai, yang mampu beradaptasi dengan konteks zaman. Namun, sakti saja tidak cukup jika hanya diperingati secara ritual. Kesaktiannya diuji sejauh mana ia dipraktikkan dalam etika digital, keadilan hukum, dan integritas akademik. Jika Pancasila hidup dalam praktik nyata, maka ia masih sakti. Jika hanya berhenti di slogan, kesaktiannya tinggal mitos.

BeritaTerkait

TNI Kembali Berangkatkan Ratusan Pasis untuk Penyuluhan Penanganan Karhutla di Tiga Provinsi

8 November 2026

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026
Page 3 of 6
Prev1234...6Next
Tags: di Era DigitalG30SPKIKesaktian PancasilaRelevansisejarahsimbol
Previous Post

Dipimpin Taj Yasin Maimoen, PPP Hasil Muktamar Ancol Daftarkan ke Kemen-Kum

Next Post

DPR RI Bersama BGN Kembali Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pontianak

Related Posts

TNI-POLRI

TNI Kembali Berangkatkan Ratusan Pasis untuk Penyuluhan Penanganan Karhutla di Tiga Provinsi

8 November 2026
TNI-POLRI

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026
TNI-POLRI

Penuh Keakraban, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Kampung

8 November 2026
TNI-POLRI

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026
TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
TNI-POLRI

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
Next Post

DPR RI Bersama BGN Kembali Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pontianak

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021