Dulu keluhan utamanya adalah akses masuk. Namun, hari ini sudah ada akses masuk dari Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang menjadi gerbang untuk wilayah timur-barat. Kita masih menunggu penyelesaian Tol Cileunyi- Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) untuk akses dari arah Bandung dan wilayah lainnya di bagian selatan.
Sekarang baru 4 penerbangan cargo per minggu. Tak lama lagi akan dibuka penerbangan untuk umroh dengan frekwensi 5 kali seminggu. Semoga kebutuhan pesawat tidak menjadi kendala. Bukankah cukup banyak pesawat “dikandangkan” selama sekitar dua tahun pandemi covid-19?
Semua itu menandakan bahwa BIJB Kertajati baru terbangun dari “tidur panjangnya” dan mulai menggeliat. Setelah menggeliat, biasanya lalu mandi, berdandan, dan mulai berkegiatan. Semoga BIJB Kertajati segera mempersiapkan diri dalam segala hal. MRO yang diberikan haknya segera bisa dimanfaatkan, penerbangan cargo segera dipadatkan, penerbangan umrah dan haji segera diberlakukan, dan penerbangan komersial dijalankan. Semoga geliat Kertajati menjadi pertanda ke arah kebaikan.













