Ia hidup bersama anak, cucu dan ibunya yang berumur hampir 90 tahun. Bekerja sebagai buruh jemur ikan, Mbah Samroh sudah pasrah dengan konsisi rumahnya yang rusak akibat rob.
“Bukan hanya air yang masuk, tapi pernah ada ular yang masuk ke rumah. Saya tidak berpikir bisa merenovasi rumah karena hanya bekerja menjemur ikan,” ungkapnya.
Nah, setelah kunjungan Ganjar ke rumahnya untuk memberikan bantuan, kini rumahnya tidak lagi terendam air rob.
“Bantuannya itu saya belikan tanah urug untuk meninggikan lantai. Sekarang tidak lagi banjir,” imbuhnya.
Bagi Mbah Samroh, momentum kedatangan Ganjar tidak terlupakan. “Habis Pak Ganjar ke sini itu, saya sampai nangis seharian,” tandasnya. (Red).













