Indra Uno juga mengemukakan, wisata halal yang dalam terminologi pariwisata global disebut “Moslem friendly tourism” (wisata ramah Muslim) membutuhkan sosialisasi, termasuk bagaimana meningkatkan literasinya terkait agenda tersebut.
“Wisata halal itu inklusif. Artinya bukan hanya untuk orang Islam. Saat ini masyarakat di negara manapun tidak ada yang alergi dengan terminologi wisata halal.
Sekarang jika berkunjung ke Amerika dan negara-negara di Eropa serta Korea dan Jepang, bahkan China, kita tidak sulit mencari restoran halal dan tempat ibadah di negara-negara itu,” katanya. (Red).













