Bey juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga suasana damai serta menghindari hoaks dan provokasi yang merusak nilai demokrasi.
“Keterlibatan masyarakat adalah elemen penting untuk memastikan proses pemilihan berjalan baik,” tuturnya.
Mengenai pengawasan kolaboratif, kata Bey,
kerja sama antara Bawaslu, KPU, pemerintah daerah, TNI/Polri, partai politik, dan masyarakat dinilai sangat strategis untuk mencegah potensi kerawanan pemilu.
“Kolaborasi adalah cara terbaik untuk mengatasi tantangan yang mungkin muncul,” katanya.
Bey juga memberikan apresiasi kepada Bawaslu Jabar atas inisiatifnya menggelar patroli pengawasan intensif selama masa tenang hingga proses penghitungan suara. Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah pelanggaran seperti politik uang, intimidasi, hingga kampanye terselubung.













