“Pada dasarnya pengenalan sejak dini kepada para siswa-siswi SDN 09 Pinang Ranti, diharapkan para Siswa-siswi dimasa yang akan datang bisa kreatif membudidayakan sampah organik menjadi obat,” ujarnya.
Lanjut Ketut, dengan membuat Eco Enzyme, kita telah mengolah sebagian besar sampah kita dan mengurangi beban tempat pembuangan sampah akhir.
“Eco Enzyme yang dibuat akan menghasilkan produk-produk yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar mengandung bahan kimia sintetis yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Kemasan dari produk-produk tersebut juga mencemari lingkungan, karena hanya sebagian kecil saja yang didaur ulang, “Eco Enzyme adalah alternatif alami dari bahan kimia sintetis berbahaya di rumah. Dengan membuat Eco Enzyme, kita mengurangi produksi limbah kimia sintetis,” imbuhnya.













