Ketiga, Produk yang diharapkan (expected product), yaitu beberapa atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli produk ini. “Tamu hotel mengharapakan tempat tidur yang bersih, handuk yang bersih, lampu baca, dan kadar ketenangan tertentu,” ujarnya.
Keempat, Produk yang ditingkatkan (augmented product). Pemasar menyiapkan produk yang melampaui harapan pelanggan. Di negara-negara maju, persaingan dan penentuan posisi merek (Brand Positioning) berlangsung pada tingkat ini. “Untuk negara-negara yang sedang berkembang, kebanyakan persaingan berlangsung pada tingkat posisi produk yang diharapkan (Product positioning). Contohnya fasilitas Wi-Fi, TV channel, ruang rapat,” paparnya..
Kelima, Calon produk (potential product), Meliputi segala kemungkinan peningkatan dan perubahan yang mungkin akan dialami produk atau tawaran tersebut pada masa mendatang. Contohnya layanan antar jemput hotel-bandara, city tour. “Kita ketahui secara bersama Rumah Makan Sunda yang awalnya warung tenda yang saat ini menjadi Restoran ternama. Ini sesuai dengan peribahasa sunda yaitu “cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok” (tetesan air menimpa batu lama-lama jadi berlubang): Upaya sedikit demi sedikit yang dilakukan terus menerus lama-lama akan membuahkan hasil,” tandasnya.(dihar)













