Kemudian bokor tersebut akan di serahkan kepada sesepuh ahli waris kanjeng Sunan Kalijaga sebagai ubo rampe atau perlengkapan berziarah dalam prosesi penjamasan pusaka.
Iringan prajurit patangpuluhan ini tampak meriah di banding dengan tahun sebelumnya karena melibatkan Bendi (Dokar) sebanyak 130 lebih, dan mengerahkan penari Zipin sebanyak 7 grup, pemain Kuda Lumping kurang lebih 70 personil dan Barongan kurang lebih 100 orang.
Bupati bersama Forkopimda dan pejabat lainnya berpakaian adat Jawa, untuk wanita memakai kebaya kutu baru sedangkan pria memakai beskap. Menaiki Dokar menuju makam Sunan Kalijaga untuk selanjutnya melaksanakan Ziarah.
Sebelumnya pada Sabtu (9/7/ 22) malam, juga telah di berangkatkan iring-iringan tumpeng songo dari Pendopo Kabupaten menuju Serambi Masjid Agung Demak. Tumpeng sembilan tersebut menggambarkan sembilan wali yang telah turut mendirikan Masjid Agung Demak.













