Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat Hendi Jatnika menyebutkan, yang pertama paling terdampak akibat musim kemarau adalah bagi tanaman padi sawah, ini yang sudah terjadi. Sawah yang terdampak adalah sawah tadah hujan yang masih menanam pada pada bulan Juni itu mereka terdampak sampai Fuso tetapi tidak semua terdampak.
Ditambahkannya, Jawa Barat ini adalah provinsi yang kaya air sampai saat ini kita masih punya standingcrop atau eksisting padi sawah di area seluruh jawa barat sekitar 500rb ha.
“Untuk mengamankan standing crop atau area yang sudah ada yang masih bisa diari dengan pompanisasi dibidang seluas lebih kurang 500 rb ha ini, pompa sudah siap, kita ada brigade asin (alat mesin pertanian) di dinas pertanian Kabupaten kabupaten. Kodim-Kodim Danrem-Danren itu sudah ada alat alat yang diperlukan bila masyarakat memerlukan bisa menghubungi kabupaten dan TNI AD setempat.” ujarnya. @hermanto












