Dijelaskannya, tak kurang 10 titik tanggul di Kecamatan Jetis jebol akibat banjir yang terjadi. Karena beberapa tanggul kerusakannya sangat parah, pengerjaannya juga melibatkan alat berat agar lebih efektif.
Karena masih musim penghujan, ungkapnya, perbaikan tanggul yang dilakukan masih bersifat sementara dengan menggunakan karung yang diisi tanah.
“Ini masih musim hujan, kita belum bisa lakukan perbaikan secara permanen, sehingga umpama ada banjir lagi, paling tidak tanggulnya sudah bisa menghalangi air agar tidak masuk ke pemukiman warga,” terangnya.
Sementara itu, Kades Jetis, Muhammad Khoiri menyebut, tingginya tingkat partisipasi warganya dalam upaya perbaikan tanggul yang jebol itu merupakan kesadaran dari warganya sendiri.
“Kami tidak ada paksaan, mereka (warga Jetis) dengan sukarela dan kesadaran sendiri ingin ikut ambil bagian dalam memperbaiki tanggul yang jebol. Bahkan ada beberapa warga yang dengan ikhlas memberikan makanan dan minuman,” ujarnya.













