
Selain itu kata Yusuf, masyarakat bisa mengetik di androidnya dengan keyword BRImo untuk rekening baru atau lama, nantinya akan keluar yang terdapat 180 fitur.
“Banyak keunggulan, simple, efisien dan aman. Bahkan, jika kita punya dana, malas ke Bank, tinggal pilih Pick Up Service (PUS), dijemput langsung sama bank BRI,” papar Yusuf.
Seiring berjalannya waktu, melalui pinjaman basis Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) RI dari awalnya KUR hanya Rp 25 juta terus berkembang menjadi Rp 50 juta dan sekarang diawal 2022 layanan KUR sektor mencapai Rp 100 juta.
“Sasaran UMKM sebagai ujung tombak perekonomian Indonesia. Karena BRI diberi tugas oleh pemerintah untuk menyalurkan kredit rakyat agar tidak stagnan sehingga bisa berkembang,” ujarnya.
Yusuf memaparkan, fungsi bank adalah lembaga mobilisasi dana, timbul kredit kalau ada simpanan dana masyarakat. Meski basis bantuan, tetap tidak serta merta uang masuk rekening. Karena pada intinya, mengurangi jumlah kewajiban jasa yang dibayar oleh peminjam.
“Sumber uang dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang dihimpun dari masyarakat. Normalnyab0,9 Persen. Ini fasilitas KUR cuma 0,26 Persen. Setaraf efektif setahun 6 persen,” jelas Yusuf.
Dia berharap, dengan hadirnya para RW sosialiasi KUR ini bisa menjadi corong informasi kepada warganya ditiap daerah.
“Mudah-mudahan bisa disampaikan lagi manfaat KUR ini ke masyarakat, jangan lagi pinjam ke pihak yang tidak masuk atau terdaftar OJK,” tandas Yusuf. (Noer).













