Lebih lanjut Ruminta mengatakan bahwa, sistem pertandingan dalam kejurnas nanti menggunakan standard aturan rule of World Taekwondo (WT). Wasit dan pelatih yang mendampingi atlet juga merupakan praktisi taekwondo yang telah berlisensi.
Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa, hasil dari Kejurnas ini juga menjadi salah satu peluang bagi daerah untuk secara kompetitif bersaing memperebutkan tiket untuk bisa masuk dalam seleksi nasional yang akan dipersiapkan Timnas Taekwondo Indonesia.
Sementara itu Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki mengingatkan agar seluruh atlet bertanding dengan baik dan sportif. Dirinya juga optimis, sekaligus berharap, dari Kejurnas ini, akan lahir atlet potensial masa depan taekwondo Indonesia yang akan membawa nama bangsa dan negara di kancah Internasional.
“Saya optimis, kejurnas taekwondo yang pesertanya merupakan para juara pada ajang Kejurwil,, akan menghadirkan pertandingan yang ketat. Target PBTI memang jangka panjang, yakni Olimpiade 2032. Jadi Kejurnas yang merupakan titik kulminasi dari rangkaian pertandingan kejuaraan di enam wilayah, adalah output yang akan menjadi salah satu barometer atau tolok ukur pembinaan dan pengembangan prestasi para atlet,” terang Thamrin. (Red).













