“Saya berharap, kejuaraan ini tidak hanya menghasilkan prestasi pada hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari proses lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional serta memberikan prestasi bagi Indonesia,” ujar Kasau.
Keikutsertaan lebih dari 600 atlet dari 110 klub mencerminkan besarnya potensi olahraga panahan di Indonesia. TNI Angkatan Udara juga menghadirkan kelas ekshibisi speed archery yang memadukan kecepatan, ketepatan, dan konsentrasi sebagai salah satu inovasi untuk mendukung pengembangan olahraga panahan.
Pada akhir kejuaraan, Fast Kodamar tampil sebagai juara umum dengan raihan 15 medali emas, 5 perak, dan 5 perunggu. SACH Archery menempati peringkat kedua dengan 7 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu, sedangkan Indonesia Air Force Archery berada di posisi ketiga dengan 6 medali emas, 10 perak, dan 6 perunggu.













