“Kebersamaan kami dengan masyarakat Waa Banti bukan hal yang baru, kami kerap melakukan kegiatan besama-sama dalam berbagai hal. Kami juga bersyukur, kehadiran Satgas Yonif 405/SK dapat memberi manfaat dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Sehingga tentunya kita akan saling menjaga kondusifnya situasi keamanan,” tutur Kapten Darwis.
Sementara itu, tokoh perempuan Waa Banti, mama Martina Natkime menyatakan bahwa, kondisi saat ini di Tembagapura sudah aman. Masyarakat Desa Waa Banti siap hidup berdampingan satu sama lainnya, baik dari orang asli Papua maupun dengan pendatang.
“Masyarakat berharap, pemerintah daerah dapat tetap melanjutkan pembangunan di Tembagapura agar kehidupan masyarakat kampung Waa Banti dapat semakin berkembang. Kami tetap NKRI, kami tetap negara Indonesia. Kami tidak mau segala yang datang terbelah-belah. Kita harus sama-sama hidup, kita jaga anak-anak dan anak-anak jaga masyarakat dengan baik,” ujar mama Martina. (Red).













