Program pemberian wawasan kebangsaan tersebut, diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memupuk semangat kebangsaan serta meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila dan bela negara.
“Sehingga dapat tercipta generasi muda yang memiliki kesadaran dan integritas tinggi dalam memajukan tanah air dan melahirkan generasi emas kedepannya,” tambahnya.
Terakhir Ia, menekankan, agar mahasiswa mewaspadai bahaya proxy war alias perang antara dua pihak dengan menggunakan pihak ketiga untuk mengalahkan musuh. Proxy war bisa bermacam jenisnya, misalnya dengan narkoba atau radikalisme.
“Jauhi narkoba, karena sepintar dan sehebat seseorang apabila kena narkoba, maka akan hancurkan segalanya,” tutupnya. (Red).













