Sementara bank emok itu sendiri, disebutkannya, tidak ada pernah ada toleransi sama sekali. Saat sakit atau ada kepentingan keluarga pun tidak boleh tidak tetap harus bayar.
FM bukan tidak mau membayar angsuran, tapi ia meminta kepada bank emok ada pengertian bukan mengintimidasi nasabah yang memicu terjadinya pertengkaran.
“Padahal hanya hari ini saja saya minta kebijakan dari bank emok melalui isteri tidak membayar angsuran, tetap saja harus tidak mau menerima alasan,” ujarnya.
Jujur ia mengharapkan sekali kalau Pemerintah Kabupaten Bandung melakukan penertiban terhadap bank emok, bukan mau melepas tanggung jawab sebagai nasabah. Tapi karena bingung dengan aturannya yang dinilainya tidak berprikemanusiaan.***













