Dalam sambutnya Kasal menyampaikan bahwa latihan bersama ini akan menguji ketangguhan dan profesionalitas prajurit TNI AL sebagai duta diplomasi, sekaligus memperkuat daya tangkal (deterrence effect) serta mempererat hubungan antar kedua negara.
Disela-sela pembukaaan, sebelumnya
kedua pimpinan Angkatan Laut tersebur telah melakukan pertemuan bilateral dan menegaskan kuatnya hubungan historis yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Rusia. Melalui penguatan kemitraan ini, TNI AL terus berkomitmen mengembalikan dan memperkuat postur pertahanan laut Indonesia agar semakin tangguh dan disegani.
Dalam pertemuan strategis tersebut turut membahas sejumlah skema kerja sama jangka panjang, diantaranya Passing Exercise (Passex), perluasan skala latihan bersama, pertukaran prajurit ahli (expert exchange) dalam domain peperangan kapal selam (underwater warfare) serta berbagai bentuk kerja sama strategis lainnya.
Latihan ini menjadi wujud konkret implementasi Politik Luar Negeri Bebas Aktif Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, yang ditindaklanjuti secara konsisten oleh pimpinan TNI AL untuk terus memperkuat kemitraan maritim yang saling menguntungkan.













