Khataman dan pembacaan arwah jamak ini, jelas Riski, juga melatih para warga binaan untuk menjadi lebih baik lagi dan meningkatkan kesadaran mereka bahwa apa yang telah mereka lakukan tidak bermanfaat dan merugikan orang lain.
“Harapannya ketika keluar nanti tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Riski.
Selain kegiatan khataman Al Quran dan pembacaan arwah jamak, bagi warga binaan yang tidak bisa mengaji juga diajarkan baca tulis Al Quran.
“Ada beberapa napi di Rutan Demak yang belum bisa membaca Al Quran, Kegiatan seperti ini penting bagi mereka untuk belajar melantunkannya,” terangnya.
Tak hanya para warga binaan, kegiatan tersebut turut pula diikuiti dan didampingi oleh Pegawai Rutan Demak dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Ar).













